PilihKredit
PilihKredit
Pilih KreditKumpulan Pinjaman

Download Aplikasinya

Google PlayDAPATKAN DIGoogle PlayApp StoreDownload diApp Store

© 2026 PT. Estrend Teknologi Digital. Hak cipta dilindungi undang-undang.

5 Mitos Investasi yang Tidak Perlu Dipercaya, Pemula Harus Tahu

2 Menit Membaca30 Januari 2025

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak sedikit orang menghindari investasi karena takut. Namun demikian, mempelajari cara kerja investasi dapat membantu Anda membuat pilihan yang tepat untuk mengurangi risiko. Jika Anda ingin mempelajari investasi sebelum memulai, tidak ada rahasianya. Menginvestasikan uang Anda adalah salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan dari waktu ke waktu, tetapi banyak orang ragu untuk memulai investasi karena berbagai mitos dan kesalahpahaman.

5 Mitos Investasi yang Tidak Perlu Dipercaya, Pemula Harus Tahu

Dikutip dari Lifehacker Australia, Kamis (30/1/2025), berikut beberapa mitos investasi yang tidak perlu dipercaya dan diikuti, khususnya untuk investor pemula. 1. Investasi hanya untuk orang kaya Salah satu mitos besar adalah bahwa Anda harus kaya untuk berinvestasi. Ini sama sekali tidak benar, sebab siapa pun dapat memulai investasi, bahkan dengan sedikit uang. Banyak platform investasi saat ini memungkinkan Anda untuk membuka akun dan mulai berinvestasi dengan jumlah kecil. Berinvestasi dengan jumlah kecil atau sedikit secara konsisten dari waktu ke waktu dapat menghasilkan akumulasi kekayaan yang signifikan. 2. Berinvestasi terlalu berisiko Beberapa orang berpikir bahwa berinvestasi melibatkan terlalu banyak risiko dan Anda mungkin kehilangan semua uang Anda. Kenyataannya, ada banyak investasi yang relatif berisiko rendah seperti reksa dana pendapatan tetap yang memberikan pengembalian yang cukup stabil dari waktu ke waktu. Memang, selalu ada beberapa risiko dalam berinvestasi, tetapi Anda dapat mengelola risiko tersebut melalui diversifikasi portofolio investasi. 3. Anda perlu cuan Banyak orang memiliki anggapan bahwa investasi, khususnya investasi saham adalah permainan besar di mana Anda perlu cuan atau untung untuk melihat hasilnya. Kenyataannya, sangat sedikit investor yang secara konsisten mengungguli pasar saham secara keseluruhan dari tahun ke tahun. Menjadi investor yang terinformasi itu penting, tetapi tidak ada statistik yang akan memberi tahu Anda apa yang akan dilakukan pasar selanjutnya. Justru sebaliknya, mencoba kapan waktu terbaik untuk membeli dan menjual adalah cara yang pasti untuk kalah. 4. Anda tidak cukup tahu tentang investasi Lebih baik menyadari apa yang tidak Anda ketahui, daripada menjadi terlalu sombong demi kebaikan Anda sendiri. Oleh sebab itu, jangan berasumsi Anda tidak bisa berinvestasi sampai Anda menjadi investor yang ahli. Tidak apa-apa untuk memulai dari yang kecil dan luangkan waktu untuk mempelajari dasar-dasar investasi. Seiring waktu, Anda akan memahami produk dan strategi investasi yang lebih kompleks. 5. Anda perlu perencana keuangan untuk membantu investasi Meskipun memiliki bimbingan profesional dapat membantu, Anda tentu tidak perlu menyewa penasihat investasi atau perencana keuangan. Ada banyak alat dan aplikasi yang dapat diakses saat ini yang membuat investasi dapat dikelola oleh orang-orang biasa. Penasihat robotik atau robo advisor yang dijalankan oleh perusahaan manajemen investasi yang menggunakan algoritma komputer untuk mengelola dan menyeimbangkan kembali portofolio investasi Anda. Ini berarti hanya ada sedikit pengambilan keputusan di pihak Anda.

Info penting lainnya

Strategi Pemulihan Keuangan 2026 : Bangkit dari Tekanan

Strategi Pemulihan Keuangan 2026 : Bangkit dari Tekanan

14 April 2026

LIHAT DETAIL
5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan di 2026 biar Uang Enggak Cepat Habis

5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan di 2026 biar Uang Enggak Cepat Habis

07 April 2026

LIHAT DETAIL
Strategi Pelunasan Pinjaman Online, Bebas Utang di Tahun 2026!

Strategi Pelunasan Pinjaman Online, Bebas Utang di Tahun 2026!

31 Maret 2026

LIHAT DETAIL
Lihat Lainnya