PilihKredit
PilihKredit
Pilih KreditKumpulan Pinjaman

Download Aplikasinya

Google PlayDAPATKAN DIGoogle PlayApp StoreDownload diApp Store

© 2026 PT. Estrend Teknologi Digital. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Gen Z Lebih Suka Memisahkan Keuangan dari Pasangannya, Apa Alasannya?

2 Menit Membaca21 Februari 2024

KOMPAS.com - Laporan baru dari Bankrate menemukan, hampir 2 dari 5 pasangan, atau sekitar 39 persen pasangan di Amerika Serikat (AS) menggabungkan keuangannya. Namun, terdapat perbedaan cara penanganan kondisi finansial antar generasi. Sebanyak 38 persen Gen Z, atau mereka yang berusia 18-27 tahun lebih suka memisahkan keuangan mereka dari pasangannya. Sementara itu, sebanyak 44 persen baby boomer, atau orang dewasa berusia 60-78 tahun cenderung menggabungan keuangan sepenuhnya.

Gen Z Lebih Suka Memisahkan Keuangan dari Pasangannya, Apa Alasannya?

Pakar keuangan Bread Financial Lindsay Bryan-Podvin menjelaskan, salah satu hal yang memengaruhi kondisi tersebut adalah munculnya kekhawatiran di kalangan Gen Z tersebut. "Apakah saya akan kehilangan otonomi jika menggabungkan keuangan?" kata dia dikutip dari, CNBC Jumat (9/2/2024). Pasalnya, sebanyak 46 persen orang yang menjalin hubungan memisahkan keuangan mereka untuk menghindari kehilangan kemandirian finansial. Adapun sebanyak 36 persen pasangan yang tinggal serumah dan berpenghasilan 50.000 dollar AS per tahun memisahkan keuangannya. "Ada tingkat rasa malu mengenai jumlah utang pinjaman pelajar (student loan), atau utang kartu kredit yang dimiliki kaum muda. Pembiayaan yang terpisah memungkinkan mereka merahasiakan tantangan keuangan tersebut," ungkap Bryan. Di sisi lain, Gen Z yang sudah lahir dengan digitalisasi dan akses telepon pintar cenderung tidak melihat perlunya pendanaan bersama pasangan. Generasi ini menganggap dapat dengan mudah mengakses layanan keuangan digital. Namun demikian, tidak semua pasangan Gen Z memisahkan keuangan mereka. Ada 34 persen yang menggabungkan sepenuhnya keuangan, dan 28 persen yang memiliki kombinasi keuangan. Banyak ahli menyarankan, pasangan mempertimbangkan gambaran keuangan "milikmu, milikku, milik kita". Hal tersebut akan membuat pasangan mendapatkan manfaat lebih dari dua keputusan finansial tersebut. Rekening finansial menawarkan kemandirian finansial dalam hubungan, sementara rekening bersama akan memenuhi kewajiban bersama. Sebagai catatan, uang dapat menjadi sumber utama pertengkaran di antara pasangan. Riset Bread Financial menemukan sebanyak 48 persen pasangan mengaku diam-diam membuat keputusan keuangan tanpa berkonsultasi dengan pasangannya. Sedangkan 16 persen responden yang berpasangan mengaku pernah menyembunyikan pembelian dari pasangannya. Lebih lanjut, pasangan yang menganut gagasan kemandirian finansial dianggap perlu melakukan diskusi terbuka dan jujur tentang kondisi keuangan. Sementara pasangan yang memutuskan untuk menggabung keuangannya perlu berdiskusi, seberapa banyak setiap orang harus berkontribusi pada rekening bersama. "Pembicaraan itu juga membantu mencapai kesepatakan bersama dan memberikan otonomi finansial," tandas Bryan.

Info penting lainnya

Strategi Pemulihan Keuangan 2026 : Bangkit dari Tekanan

Strategi Pemulihan Keuangan 2026 : Bangkit dari Tekanan

14 April 2026

LIHAT DETAIL
5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan di 2026 biar Uang Enggak Cepat Habis

5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan di 2026 biar Uang Enggak Cepat Habis

07 April 2026

LIHAT DETAIL
Strategi Pelunasan Pinjaman Online, Bebas Utang di Tahun 2026!

Strategi Pelunasan Pinjaman Online, Bebas Utang di Tahun 2026!

31 Maret 2026

LIHAT DETAIL
Lihat Lainnya