PilihKredit
PilihKredit
Pilih KreditKumpulan Pinjaman

Download Aplikasinya

Google PlayDAPATKAN DIGoogle PlayApp StoreDownload diApp Store

© 2026 PT. Estrend Teknologi Digital. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Tips Rencanakan Keuangan Menjelang Lebaran Ala Pakar, Ayo Coba!

2 Menit Membaca17 Maret 2026

Hari Raya Idul Fitri atau lebaran identik dengan membeli baju baru, menyiapkan kue kering, membagikan amplop lebaran, hingga mudik untuk berkumpul bersama keluarga. Beragam aktivitas tersebut tentu membuat pengeluaran meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Tips Rencanakan Keuangan Menjelang Lebaran Ala Pakar, Ayo Coba!

Namun demikian, pakar ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tika Widiastuti SE MSi, menilai lonjakan konsumsi menjelang hari raya merupakan hal yang wajar. Pasalnya, momen tersebut hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu dan tidak berlangsung setiap hari. Menurut Tika, peningkatan konsumsi dalam situasi seperti ini tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perilaku konsumtif. Dalam kajian ekonomi, perilaku konsumtif merujuk pada aktivitas membeli barang yang didorong oleh keinginan semata, bukan kebutuhan. "Biasanya hal ini dipengaruhi oleh tren, keinginan untuk meningkatkan status sosial, atau sekadar mengikuti ajakan lingkungan," kata Tika. Untuk itu, peningkatan konsumsi pada momen lebaran pada dasarnya wajar. Kendati demikian, masyarakat tetap harus mengelola keuangan agar tidak boros saat lebaran. Tips Rencanakan Keuangan Ala Pakar Ekonomi Unair 1. Prioritaskan Kebutuhan Utama Tika melihat, salah satu kesalahan finansial yang sering terjadi menjelang lebaran adalah tidak memprioritaskan kebutuhan utama. Dalam perspektif ekonomi Islam, kebutuhan terbagi menjadi tiga tingkatan, yakni: Dharuriyah: Kebutuhan pokok Hajiyah: Kebutuhan penunjang Tahsiniyah: Kebutuhan pelengkap Saat lebaran, masyarakat sering kali langsung memenuhi kebutuhan lain (penunjang dan pelengkap) tanpa mendahulukan kebutuhan utama. Akibatnya, setelah lebaran selesai, keuangan mereka terganggu. "Kesalahannya itu adalah cenderung pada pemenuhan atau pemuasan keinginan. Karena, yang disebut keinginan itu apabila itu dipenuhi sebenarnya biaya yang dikeluarkan itu tidak sebanding dengan benefitnya," imbuhnya. Untuk menghindari pengeluaran berlebih, Tika menyarankan agar masyarakat menyusun daftar kebutuhan wajib. Kebutuhan wajib yang dimaksudnya adalah transportasi mudik, biaya makanan saat lebaran, atau oleh-oleh untuk keluarga. 2. Punya THR? Jangan Langsung Dihabiskan Jika masyarakat memiliki pemasukan tambahan, dalam hal ini mungkin tunjangan hari raya (THR), Tika ingatkan jangan langsung dihabiskan. Ia menyarankan pemasukan tambahan yang boleh dipakai hanya sekitar 70% untuk kebutuhan lebaran. "Sementara, sisanya disimpan untuk kebutuhan tidak terduga," jelas Tika lagi. 3. Pisahkan Anggaran Kebutuhan Lebaran Setelah mencatat semua kebutuhan lebaran, jangan lupa untuk pisahkan anggaran tersebut dari rekening utama. Tujuannya, agar seseorang tak melihat uang masih tersedia dan pengeluaran lebih terkontrol. Lebaran Bukan Soal Konsumsi, Tapi Momen Saling Peduli Tika mengingatkan bila makna lebaran tidak hanya berkaitan dengan konsumsi. Lebaran adalah momen mempererat kebersamaan dan saling peduli terhadap sesama. Dengan begitu, ia mengajak masyarakat untuk menyisihkan rezeki untuk keluarga atau orang lain yang membutuhkan. Melalui langkah ini, ia berharap lebaran bisa menjadi lebih bermakna dan berharga. "Rezeki yang kita miliki itu kan bukan hanya untuk diri kita sendiri, sebagiannya adalah titipan yang bisa kita gunakan untuk membantu orang yang lebih membutuhkan. Dengan begitu, perayaan lebaran ini menjadi lebih bermakna dan berharga," pesannya.

Info penting lainnya

Strategi Pemulihan Keuangan 2026 : Bangkit dari Tekanan

Strategi Pemulihan Keuangan 2026 : Bangkit dari Tekanan

14 April 2026

LIHAT DETAIL
5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan di 2026 biar Uang Enggak Cepat Habis

5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan di 2026 biar Uang Enggak Cepat Habis

07 April 2026

LIHAT DETAIL
Strategi Pelunasan Pinjaman Online, Bebas Utang di Tahun 2026!

Strategi Pelunasan Pinjaman Online, Bebas Utang di Tahun 2026!

31 Maret 2026

LIHAT DETAIL
Lihat Lainnya