PilihKredit
PilihKredit
Pilih KreditKumpulan Pinjaman

Download Aplikasinya

Google PlayDAPATKAN DIGoogle PlayApp StoreDownload diApp Store

© 2026 PT. Estrend Teknologi Digital. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Tips Rencanakan Keuangan yang Tepat Pasca Pandemi COVID-19

2 Menit Membaca22 Oktober 2021

Tips Rencanakan Keuangan yang Tepat Pasca Pandemi COVID-19

Tips Rencanakan Keuangan yang Tepat Pasca Pandemi COVID-19

Tips Rencanakan Keuangan yang Tepat Pasca Pandemi COVID-19 Liputan6.com, Jakarta Pandemi COVID-19 yang mengganggu perekonomian membuat masyarakat harus beradaptasi agar tetap bertahan hidup. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan strategi perencanaan keuangan yang tepat di masa mendatang. Perusahaan perencanaan keuangan, PT Solusi Finansialku Indonesia ( Finasialku.com ) mencatat adanya beberapa permasalahan utama terkait keuangan yang sering dialami klien perusahaan selama COVID-19. Permasalahan tersebut di antaranya penghasilan  (cash flow)  yang terganggu karena bisnis tidak bisa beroperasi dengan normal, hidup dari dana darurat (tabungan) yang hanya bisa bertahan dalam jangka waktu pendek, terjebak dalam pinjaman konsumtif (pinjaman  online ), hingga ketiadaan jaminan asuransi. CEO  Finansialku.com  Melvin Mumpuni menyarankan beberapa solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Pertama, ia menyarankan agar masyarakat melakukan pengecekan kesehatan terhadap kondisi finansial terlebih dahulu. Setelah mengetahui hasilnya, perbaikan bisa dilakukan terhadap aspek finansial yang masih kurang baik (sehat). Kedua, Melvin menegaskan pentingnya menyediakan dana darurat sesuai dengan status yang disandang seseorang. Status yang dimaksud adalah seseorang yang masih  single , sudah menikah, atau sudah memiliki anak. “Kalau seorang  single  minimal dana daruratnya 6 kali dari pengeluaran. Jadi, kalau pengeluarannya adalah Rp 10 juta per bulan, setidaknya ada dana darurat sebesar Rp 60 juta. Kalau sudah menikah dana daruratnya 9 kali dari pengeluaran dan kalau sudah punya anak dana daruratnya 12 kali dari pengeluaran,” papar Melvin dalam  Webinar  Allianz Indonesia, seperti ditulis Sabtu (2/10/2021). Dana darurat bisa disimpan dalam bentuk rekening, deposito, logam mulia, atau reksa dana. Pentingnya Asuransi Terakhir, asuransi kesehatan juga sangat diperlukan selama pandemi COVID-19. Berdasarkan data yang didapatkan oleh Melvin, biaya pengobatan untuk pasien positif COVID-19 bisa mencapai ratusan juta rupiah. Asuransi kesehatan dalam hal ini membantu masyarakat untuk menanggung biaya pengobatan yang tinggi. Tak kalah penting dari asuransi kesehatan, Melvin menambahkan bahwa asuransi jiwa berperan untuk menjamin kehidupan keluarga yang ditinggalkan karena COVID-19. Misalnya membiayai pendidikan anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya. “Kesimpulannya, jangan mengandalkan 1 sumber pemasukan. Yang kedua, punya dana darurat 6-12 kali pengeluaran. Kemudian, lunasi utang-utang yang konsumtif. Yang keempat, punya asuransi,” tutup Melvin.

Info penting lainnya

Strategi Pemulihan Keuangan 2026 : Bangkit dari Tekanan

Strategi Pemulihan Keuangan 2026 : Bangkit dari Tekanan

14 April 2026

LIHAT DETAIL
5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan di 2026 biar Uang Enggak Cepat Habis

5 Tips Cerdas Mengatur Keuangan di 2026 biar Uang Enggak Cepat Habis

07 April 2026

LIHAT DETAIL
Strategi Pelunasan Pinjaman Online, Bebas Utang di Tahun 2026!

Strategi Pelunasan Pinjaman Online, Bebas Utang di Tahun 2026!

31 Maret 2026

LIHAT DETAIL
Lihat Lainnya